JTF 2019

Merapi Tak Pernah Ingkar Janji dari Rubah di Selatan

Musisi manapun akan mempersembahkan karya musik mereka dengan berbagai pendaktan beragam kepada pendengar. Maka dari itu, musik memiliki pesan dan warna berbeda. Rubah di Selatan, grup musik asal Yogyakarta ini salah satunya. Di tengah hiruk pikuk dunia musik yang berkiblat kebarat-baratan, Rubah di Selatan membawa isu-isu nusantara serta budaya dalam negeri menjadi pesan konsisten yang selalu terlukis dalam setiap karya musiknya.

Beranggotakan empat orang personil yaitu Malinda (vocal), Ronie (perkusi), Gilang (gitar & backing vocal), serta Adnan (keyboard), grup musik yang berdiri sejak 2015 ini mulai mencuri perhatian penikmat musik di Indonesia.

Berawal dari ajakan iseng Adnan untuk jamming santai nyatanya telah menggiring Rubah di Selatan pada album pertama mereka yang bertajuk Anthera. Anthera berisikan sekumpulan lagu mereka yang secara garis besar bergenre folk. Nilai intrinsik sangat kuat tergambar dalam album ini, seperti pada alunan alat musik tradisional yang juga ikut menghiasi lagu-lagu Rubah di Selatan.

Salah satu lagu yang termuat dalam album Anthera adalah Merapi Tak Pernah Ingkar Janji, yang digarap untuk mengingat peristiwa letusan Gunung Merapi. Lagu ini juga mengharuskan personil Rubah di Selatan untuk melakukan penelitian ke Gunung Merapi untuk melihat sisa-sisa peristiwa letusan waktu itu. Merapi Tak Pernah Ingkar Janji dibuka dengan musik berima pilu nan sendu dan dilanjutkan dengan irama yang menggebrak dan gemuruh layaknya letusan Gunung Merapi.