JTF 2019

Harmoni Keroncong Djaduk Sinten Remen feat. Endah Laras

Selama ini musik keroncong mendapat label sebagai musik yang mapan dan tidak progresif. Dalam sentuhan Djaduk Ferianto, pimpinan Orkes Sinten Remen, musik keroncong diubah menjadi sesuai dengan konteks keadaan dan kondisi saat ini. Menurut Djaduk, pada Sinten Remen, fenomena kehidupan dipandang secara kritis dan tidak sekadar romantis sebagaimana dalam keroncong konvensional.

Aliran progresif yang diangkat dalam Orkes Sinten Remen tercermin dari namanya. Sinten remen dalam bahasa Jawa berarti siapa suka. Menggabungkan beragam genre, seperti dangdut, jazz, blues, dan rock, membuat musik Sinten Remen menjadi terasa lebih modern. Sinten Remen juga tidak takut untuk mengangkat isu sosial dalam lagunya. Omong Doang, misalnya membawa sindiran pada para penguasa. Beberapa lagu Sinten Remen juga penuh dengan humor yang menggelitik.

Bersama Orkes Sinten Remen, Djaduk telah menghasilkan empat album, yaitu Komedi Putar (2002), Janji Palsu (2003), Maling Budiman (2006), dan OM-DO (2013). Tak hanya lagu berbahasa Indonesia, lagu berbahasa Belanda berjudul Geef Mij Maar Nasi Goreng (Berilah Aku Nasi Goreng) juga masuk dalam album ini.

Memeriahkan tampilan Djaduk Sinten Remen, pesinden Endah Laras ikut hadir dalam gelaran Bistar Jazz Traffic Festival 2019. Wanita yang mahir memainkan cuk (gitar kecil) ini siap membawa penonton terlena. Tidak sabar merasakan harmoni keroncong antara kumpulan musisi ini?