share :

Bagi musisi senior Indra Lesmana, momen menjelang matahari terbit adalah momen yang indah sekaligus magis. Lewat album penuhnya yang baru saja rilis, Indra Lesmana mencoba mengabadikan hal tersebut. Album ini berjudul 'Surya Sewana' yang berisikan delapan lagu yang saling berkaitan menjadi sebuah rangkaian cerita. Nama 'Surya Sewana' sendiri diambil dari doa yang dipanjatkan pendeta di Bali menjelang matahari terbit.

"Perjalanan satu album itu memberikan suatu experience dari sebelum matahari itu terbit sampai kehidupan itu berjalan di Sanur. Jadi 'Surya Sewana' itu cerita mengenai itu," kataIndra. Ia pun bercerita tentang isi lagu-lagu tersebut, "Diawali dengan 'Mantram', itu saya kasih judul 'Stillness' itu kita untuk semedi, untuk merenung. Kemudian baru ada 'Mystical Glow' itu menceritakan pertama-tama, titik keluarnya matahari dari horizon. cakrawala di ujung, dia keluar, kemudian masuk ke lagu 'Sanur Reef'".

Indra mengatakan, album barunya ini adalah ungkapan rasa cintanya untuk Sanur yang menjadi tempat di mana dirinya tinggal saat ini. "Jadi sejak aku ke Bali, aku pindah tahun 2014, aku tinggal di Sanur. Sanur nih kebetulan, buat aku pribadi, sangat inspiratif. Karena kehidupannya tuh masih sangat bersahaja, sangat tenang, dan sangat damai," ungkapnya.

"Apalagi dengan kehidupan di Sanur, aku setiap hari bisa ngerasain, perjalanan kehidupan sehari-harinya itu membuat aku sangat tergugah untuk bisa menjadi sebuah musik, karena kehidupannya udah musik buataku. Kita dengar ombak paginya, kita lihat matahari terbitnya," pungkas Indra.

Saksikan penampilan Indra Lesmana dengan Surya Sewana feat. Dewa Budjana, di pentas Jazz Traffic Festival 2018. Segera update informasi dan dapatkan tiketnya di www.jazztraffic.com