share :

Genre musik ska boleh dianggap hampir punah pada hari ini. Akan tetapi, tidak berarti para musisi yang memiliki passion di jalur tersebut berubah arah. Salah satunya adalah band Sentimental Moods yang konsisten mengusung ska sejak terbentuk hingga hari ini. Terdiri dari delapan orang, justru membuat band yang berada di jalur indie ini lebih hidup dan solid. Mereka adalah Daniel (saksofon bariton), Edo (bass), Yurie (saksofon tenor), Wiro (gitar), Masmo (keyboard), Taufiq (terompet), Amor (trombon), dan Acil (drum).

Untuk urusan lagu, band yang kebanyakan menghasilkan nomor-nomor instrument ini, tak kehabisan ide dalam menciptakan karya-karya terbarunya. Ide mereka pun datang dari hal-hal yang tak jauh dari pandangan.Tentunya, band ska luar negeri menjadi patokan bagi Sentimental Moods dalam menciptakan nomor-nomor baru. Sebut saja The Skatalites, Tokyo Ska Paradise Orchestra, St. Petersburg Ska-Jazz Review, sampai New York Ska-Jazz Ensemble. Semuanya telah menjadi acuan utama mereka saat membentuk warna Sentimental Moods hingga kini.

Kabar terbarunya, band yang terbentuk pada tahun 2009 ini merilis sebuah single Lebaran yang merupakan version dari lagu karya komponis besar Ismail Marzuki. Single ini ada karena banyaknya request untuk membuat single Lebaran setelah merilis single Natal pada tahun 2014 lalu. Beberapa alasan Sentimental Moods akhirnya memilih lagu tersebut karena lagu karya Ismail Marzuki ini unik dalam struktur musikalnya (missal bagian reffrain-nya punya dua signature/ birama) dan juga ternyata mempunyai historis yang unik.

Melalui skill yang lebih dari cukup serta format musik yang bisa membuat pendengarnya berjoget. Sudah pasti Sentimental Moods akan terus mewarnai musik indie di Indonesia dengan lebih bermakna.