share :

Seorang nahkoda di sebuah band hard rock paling beringas Indonesia, menjajal kemampuannya bersama salah satu drummer paling progresif di ranah jazz Nusantara. Kita sambut Eet Sjahranie dan Gilang Ramadhan. Eet ’Si Gitaris Nakal’ yang sangat terinspirasi Angus Young (ACDC). Memulai karir di God Bless kemudian bersama Ekky Lamoh, sobatnya, mendirikan Edane.

Tidak butuh waktu lama sesudah mengeluarkan The Beast tahun 1991, Edane langsung didaulat jadi pembuka aksi band thrash metal paling panas dari Brazil, Sepultura. Kita semua tahu kemampuan Eet, juru kunci hard rock Indonesia yang gaya bermainnya ganas, bak Eddie Van Helen.

Sementara Gilang Ramadhan adalah refleksi kehebatan seorang yang lincah di atas panggung. Dari balik drum aksinya selalu memukau dan memicu drum-gasm. Sampai saat ini, kalau ditanya siapa drummer solo paling yahud di Indonesia, jawabannya tidak lain tidak bukan; Gilang Ramadhan.

Namanya mencuat sesudah di tahun 90-an, bersama Tri Utami dan kawan-kawan, membentuk unit progresif jazz bernama Krakatau. Dengan ketukan yang meloncat-loncat, tapi tetap anggun tertata, performa Gilang di atas panggung memang seharusnya diperhitungkan.

Bertemunya dua musisi kelas atas ini dipastikan akan memunculkan kimia tersendiri di Jazz Traffic. Akan nada raungan kasar dan ketukan memukau, berpadu dengan cantiknya. Memicu tepuk tangan, klimaks, dan eargasm maksimal. Jazz Traffic adalah pesta, aksi dua dedengkot papan atas ini bak terompet yang semakin memeriahkan pesta.