share :

Menyebut nama negara Jamaika, tidak hanya Bob Marley yang tenar mengusung konsep reggae. Jamaika juga punya musisi jenius, Monty Alexander. Perjalanan panjang Alexander meneguhkan bahwa jazz adalah akar dari lahirnya musik reggae.

Tampil bersama Harlem-Kingstone Express, Monty Alexander selama dua hari (Jumat, 4 Maret dan Minggu, 6 Maret), di Java Jazz Festival, tetap dibanjiri penonton. Unsur musik harmoni, melodi dan ritmik yang sempurna, menjadikan ratusan penonton betah bertahan hingga komposisi terakhir.

Di atas panggung Monty Alexander tidak hanya monoton duduk di belakang piano. Kadang dia berdiri bernyanyi, memainkan alat tiup, dan sesekali mengomando teman-teman bermainnya. Dalam satu komposisi, Monty Alexander bersama kelompoknya, bisa memainkan minimal dua genre musik. Kadang diawali jazz standard, lalu di tengah-tengah berubah ke Afro-jazz dan kembali lagi ke jazz standard. Ini yang membuat penggemarnya manggut-manggut mengikuti ritme musik yang dimainkan, lalu spontan berteriak kegirangan, ketika genre musiknya berubah.

Selama beberapa dekade perjalanan musiknya, Monty Alexander pernah main bareng bersama Frank Sinatra, Tony Bennett, Ray Brown, Dizzy Gillespie, Clark Terry, Quincy Jones, sampai dengan Bobby McFerrin. (Naskah/ Foto: Isa Anshori)