share :

Krakatau akan kembali tampil di Suara Surabaya Jazz Traffic Festival (JTF) 2015 dengan mengusung format reunion. Beda dengan JTF tahun lalu, kali ini Krakatau akan mengusung konsep lebih muda serta membawakan beberapa lagu dari album baru yang saat ini masih dalam proses pengerjaan.

"Kami akan bawakan beberapa lagu baru di Jazz Traffic Festival, bahkan beberapa lagu itu belum pernah kami tampilkan ke publik karena albumnya memang masih dalam proses pengerjaan," kata Indra Lesmana, Keyboard Krakatau, dalam press conference JTF 2015 di Bandar Djakarta Surabaya, Jumat (27/11/2015).

Lagu baru yang akan diusung, kata Indra, akan berbeda karena konsep jazz yang selama ini sering disajikan Krakatau. "Kita lihat saja bagaimana respons penggemar nanti," katanya.

Yang pasti, Krakatau dalam JTF kali ini juga masih akan menampilkan beberapa lagu lawas namun dengan konsep yang lebih matang.

Di JTF kali ini, Krakatau Reunion akan hadir full personel yaitu Trie Utami (Vocal) Pra Budi Dharma (Bass), Gilang Ramadhan (Drum), Indra Lesmana (Keyboard) dan Donny Suhendra (Gitar).

Trie Utami yang juga hadir dalam press conference mengatakan, konsep yang akan diusung Krakatau dipastikan akan mampu mengobati dahaga keluarga Krakatau (sebutan untuk fans Krakatau)

"Kita sudah siapkan dengan matang, memang tidak mudah mengumpulkan personel Krakatau karena semua sibuk sendiri-sendiri, tapi untuk JTF kami bersatu demi keluarga Krakatau," kata Trie Utami.

Eva Celia, putri Indra Lesmana juga menjanjikan akan membawakan aneka lagu serta gubahan musik yang menarik untuk para penggemar jazz. Dia berharap, saat tampil nanti bisa mendapatkan energi luar biasa dari penonton.

"Saya berharap mendapatkan energi luar biasa. Sebuah koneksi dari penonton merupakan transfer energi luar biasa. Selain itu, penonton bisa menikmati musik saya dan penonton bisa kenal saya lebih jauh," kata Eva.

Eva mengatakan akan menyajikan musik jazz beraroma RnB. Dia juga sangat bangga bisa manggung bareng sang ayah Indra Lesmana.  "Musiknya RnB show tanpa meninggalkan unsur Jazz. Seneng bisa sepanggung sama ayah besok," katanya.

Sekadar diketahui, JTF 2015 merupakan gelaran ke lima dan akan digelar selama dua hari di Grand City Convention Exhibition Surabaya. Lebih dari 200 musisi dipastikan akan ikut mewarnai event yang akan digelar selama dua hari 28-29 November 2015 ini.

Wahyu Widodo, Ketua Panitia JTF 2015 mengatakan, event tahun ini diprediksi akan menyedot 20 ribu penonton. Seperti tahun lalu, JTF 2015 akan dipenuhi kolaborasi antar musisi lintas generasi. Aneka aliran jazz juga akan dipadukan sehingga mampu memberikan warna serta mampu merawat dinamika musisi jazz.

"Kita akan memadukan antar generasi dan aliran baik itu musisi jazz original dan juga ada pop jazz," kata Wahyu Widodo.

Errol Jonathans, Direktur Utama Suara Surabaya Media mengatakan, JTF 2015 kali ini juga akan dimeriahkan penampilan Eric Legnini Trio, musisi asal Prancis. Kedatangan musisi jazz Eropa ini sekaligus menandai era baru JTF yang kini tak hanya berisi musisi lokal.

"Ini untuk pertama kalinya JTF menampilkan musisi Prancis. Kebetulan Eric Legnini ada jadwal tour ke Asia," ujarnya.

JTF 2015 akan digelar di Grand City Convex pada Sabtu (28/11/2015) hingga Minggu (29/11/2015). Selama dua hari, penggemar jazz di Surabaya akan dihibur beragam musisi diantaranya, Krakatau, Eva Celia, Hivi!, Yovie and Nuno, serta Judika.

Tentang Jazz Traffic

Jazz Traffic adalah sebuah program siaran di Radio Suara Surabaya yang mengudara sejak tahun 1983. Adalah Bubi Chen sang virtuoso musik jazz internasional dari Surabaya pernah ikut mengasuh siaran Jazz Traffic sejak tahun 1985 sampai wafat pada tahun 2012. Om Bubi, sapaan Bubi Chen, diberi slot siaran program Jazz Traffic “Bubi Chen Show” seminggu sekali.

Siaran Jazz Traffic kini tidak hanya memperdengarkan komposisi-komposisi jazz, tapi juga mengapresiasi musisi dan mengenalkan sub genre Jazz Tradisional hingga Free Jazz dan Acid Jazz. Selama 31 tahun mengudara, Jazz Traffic telah membentuk komunitas-komunitas jazz yang solid, tidak hanya di Kota Surabaya, melainkan kota-kota lain di Indonesia. (JTF 2015)