share :

Untuk urusan tampil di ajang festival, gitaris Tohpati tergolong artis paling aktif. Tohpati Ario Hutomo nama lengkapnya. Ia sering tampil mengiringi penyanyi-penyanyi dari berbagai genre musik, seperti Krisdayanti, Glenn Fredly, Rossa, Chrisye, termasuk kolaborasinya dengan gitaris Dewa Budjana dan I Wayan Balawan.

Memulai karier professional sejak 1993 bersama kelompok Simak Dialog, Tohpati mendapat pengalaman luar biasa. Dari tiga album awal Simak Dialog, permainan gitar Tohpati cukup dominan. Musikalitas Tohpati semakin terasah bersama Simak Dialog, sebab dalam kelompok tersebut terdapat musisi senior Riza Arshad, Arie Ayunir dan Indro. Warna musik yang dihadirkan, selain jazz mainstream juga jazz etnik. Untuk urusan eksplorasi musik-musik etnik dan tradisional, sudah sangat sering dimainkan Tohpati, baik selama bergabung dengan Simak Dialog dan juga di solo albumnya.

Saat tampil di International Java Jazz Festival (JJF 2015) lalu, Tohpati sepertinya menegaskan bahwa sebagai gitaris, ia telah melampaui perjalanan musik yang lumayan lengkap. Dengan penguasaan gitar akustik dan elektrik yang sama bagusnya, Tohpati layak berdiri sejajar dengan gitaris ternama lainnya. Tohpati mengaku, permainan gitarnya banyak terpengaruh gaya dan teknik gitaris dunia, Pat Metheny.

Tohpati yang pernah meraih penghargaan sebagai gitaris terbaik di Jakarta ketika usianya masih 14 tahun, telah menghasilkan 7 album solo. Dari album perdana dengan tajuk Tohpati, hingga single terakhirnya,  Cau Lime Taude, Tohpati menegaskan kembali  eksistensi dan produktifitasnya dalam merilis album dan single.
Berkolaborasi dengan penyanyi Matthew Sayersz, seolah menunjukkan bahwa Tohpati tak pernah kehabisan ide, dalam meramu alunan nada jazz dengan nuansa etnik. Di album ke enam  yang berjudul “Song For You”,  Tohpati mengajak musisi dan penyanyi tanah air, diantaranya Ivan Nestorman dan Matthew Sayersz.

Komposisi berjudul “Cau Lime Taude” adalah salah satu karya di album “Song For You”, yang ia tulis bersama Ivan Nestorman. Lagu dengan Bahasa Flores dan Bahasa Indonesia ini, dipadukan dengan aransemen yang asik oleh Tohpati. Memadukan unsur modern dengan unsur tradisional Indonesia dalam musiknya, upaya Tohpati memunculkan elemen kebudayaan tradisional dalam karya-karyanya. Tohpati sepertinya makin di hati dan tetap dinanti karya-karyanya. (Isa Anshori/ Foto: Anton M-Comm)