share :

Grup band muda yang terdiri tiga musisi belia, kerap memukau penonton di setiap penampilannya. Seperti ketika tampil di Jazz Traffic Festival (JTF) 2014, Nopember tahun lalu. Ratusan jazz lovers yang setia menyaksikannya dibawa larut dalam permainan band muda belia ini.

Mereka menghentak panggung Jazz Traffic Festival dengan lagu mereka, seperti Hippo Track, Journey to Java, Family Time, My Devotion, My Love Bird dan In His Grace. Dalam formasi lengkap, Abraham Song (10 tahun) pada Guitar, Josafat Song (12 tahun) pada Drum  dan Samuel Song (15 tahun) pada Bass.  "Kami mencoba menawarkan konsep Avant Garde bagi para penggemar kami," kata Samuel pada kesempatan wawancara.

Dari beragam lagu, Hippo Track adalah lagu favorit dari Three Song yang menceritakan kegagahan dari seekor kuda nil. Meskipun makannya rumput, tapi mempunyai kekuatan yang luar biasa. Jadi pesan yang dibawa dari lagu ini adalah, kita sebagai manusia perlu makan sayur supaya kuat jadi kuda nil.

Sementara itu, Dodo Mikha, Founder Three Song mengatakan, Three Song pada JTF kali ini ingin mencoba membawa jazz yang tak kenal batas wilayah, strata sosial, pendidikan dan sebagainya. Jazz itu persaudaraan antara musisinya, penikmatnya, bahkan orang-orang yang mencari kedamaian dalam perjalanan hidupnya.

"Memang sangat filosofis tapi itulah jazz, karena persaudaraan dan pergaulan jazz sangat luas, orang lalu tidak lagi berpikir dia dapat apa dari jazz, tetapi apa yang bisa saya berikan untuk jazz," urainya. Karenanya, terbentuknya Three Song juga tidak lebih dari sebuah persaudaraan dan persahabatan jazz.

Saat ini, Three Song sudah berhasil memproduksi dua album. Dan album terakhir bertajuk Kalahari Noon, yang baru selesai diproduksi beberapa saat sebelum mereka tampil di event Jazz Traffic Festival 2014. Menurut Dodo, laku atau tidak album yang diproduksi bukan persoalan. Berkarya dan terus berkarya untuk menghasilkan karya terbaik, itulah tujuan Three Song bermusik.