share :

Pada perhelatan Jazz Traffic Festival 2014 lalu, trio musisi jazz Starlite pun ambil bagian menghibur khalayak peminat musik jazz Surabaya. Begitu tiga dara ini muncul ke atas panggung, penonton tanpa komando langsung meneriakkan nama Starlite terutama nama drummernya Alsa.

Tiga musisi cantik yang terdiri dari, Rieke Astari (pianist), Sheila Permatasaka (bassist) dan Jeanne Phialsa (Drummer) ini langsung membuka penampilannya dengan lagu andalan mereka berjudul Lost in Bali. Pada penampilannya sesekali Sheila menyapa penonton, yang meramaikan Exhibition Hall, Grand City Convex kala itu.

Starlite juga sempat menceritakan latar belakang lagu-lagu mereka yang ternyata banyak terinspirasi dari curhatan para personelnya. Lagu Di Dalam Hatimu misalnya, bercerita tentang kegalauan hati seorang perempuan yang bertanya-tanya tentang keinginan seorang pria apakah mencintainya atau tidak.

Lagu-lagu dari album perdana yang bertajuk Our Jurney pun dilantunkan. Secara keseluruhan Starlite membawakan lagu; Rainy Day, Menanti dan Mengharap, serta Crowded. "Album perdana kami ini menggambarkan perjalanan dan persahabatan kami sejak awal terbentuk. Dan beberapa lagu kami di album ini ada yang hanya musik instrument," tutur Rieke di hadapan penonton.

Penampilan Starlite malam itu merupakan kali kedua di Jazz Traffic Festival. Beberapa penonton bahkan jauh-jauh datang ke Surabaya khusus melihat penampilan tiga wanita muda ini. Starlite, band yang didirikan sejak 4 November 2004, di Jakarta. Prestasi Starlite antara lain, Juara 1 Jazz Goes To Campus UI Competition, 2004, dan Juara 3 Festival Budaya Jakarta 2004.