share :

Barry Likumahuwa Project atau lebih suka dipanggil BLP, punya misi khusus: mengedukasi publik tentang musik jazz yang benar. Tak bisa disangkal, memang genre musik jazz sangat segmented, tapi penikmat jazz kini terus berkembang.

Demi misi itu, BLP pun tidak memainkan jazz klasik tapi lebih memilih fusion jazz. Jazz yang mampu membikin penikmatnya turut bergoyang dan menganggukkan kepala. Jazz yang enak di telinga tanpa perlu mengernyitkan dahi untuk menikmatinya.

Band yang digawangi Barry (bass), Henry Budidharma (gitar), Dennis Junio (alto saxophone), Donny Joesran (kibord/piano) dan Jonas Wang (drums) itu pun berhasil mencuri perhatian. Mereka kerap tampil pada panggung yang menampilkan band-band pop juga boyband/girlband ngetop.

Mengutip DetikHot, Barry menjelaskan, "Segmen kita sekarang sudah lebih berkembang. Dari segi fans dan penikmat musiknya juga berkembang. Tapi walau begitu tetap saja jazz itu segmented. Nggak akan pernah jadi musik nomor satu.”

Apa yang dilakukan BLP, bukan semata untuk memajukan BLP tapi juga mencerdaskan para pecinta jazz.

"Dengan kita punya penggemar, kita bisa lebih mengarahkan mereka menyukai jazz yang benar. Karena jazz banyak yang salah arah. Apa-apa dibilang jazz. Kita punya misi edukasi, gimana caranya mereka bisa membedakan yang jazz atau bukan. Live performance dan album terjual berapa itu masalah belakangan," tandas Barry.

Anda pun bisa menikmati penampilan warna musik fusion jazz BLP pada perhelatan Jazz Traffic Festival di Grand City Surabaya, 24 Nopember 2012 mendatang. (cus/m-comm)