share :

Duo asal Yogyakarta yang terdiri dari Elda Suryani dan Adi Widodo ini berhasil mencuri hati para penikmat musik sejak tahun 2011 lewat musik dan karakter vokal yang khas. Warna vokal Elda yang kekanak-kanakan tapi kuat, permainan gitar Adi yang sederhana namun mumpuni, serta curahan perasaan yang menghanyutkan pada jalinan liriknya menjadi hal yang selalu dicari-cari pecintanya pada tiap lagu-lagu Stars and Rabbit. Nama Stars and Rabbit sendiri diambil dari akun twitter rahasia milik Elda.

“Sebenarnya itu nama akun twitterku, akun nyampah, yang ngomongin rumput, langit, hutan, hehehe…”,jelas Elda. Sebelum berlabuh di Stars and Rabbit, Elda adalah vokalis Evo, sebuah band all star yang posisi vokalnya ia menangkan di ajang Reinkarnasi di Indosiar. Kemudian pada Februari 2011 ia bertemu dengan Adi. Sangat berbeda dengan Evo yang megah dengan attitude rock star, Stars and Rabbit hanya mengandalkan genjrengan gitar akustik yang mengiringi suatu kisah cinta yang dinyanyikan. Semua lirik lagu Stars and Rabbit ditulis oleh Elda dan diangkat dari berbagai cerita nyata.

Stars and Rabbit sering menyebut genre musik mereka adalah imaginary pop. Karena banyak orang yang mendengar lagu-lagu langsung terbawa pada imajinasi masing-masing dengan sensasi perasaan yang berbeda-beda. Ada yang merasa melayang di udara, sampai ada yang merasa berlari-lari di lapangan yang luas. Elda mengatakan jika ide-ide musik yang mereka mainkan terinspirasi dari penyanyi folk pop era 2000-an seperti Sheryl Crow, Alanis Morisette, dan Jewel.

Tidak hanya berhasil memikat hati penikmat musik Indonesia, bahkan Stars and Rabbit juga berhasil mencuri hati pendengar dari negeri seberang. Awalnya single “Worth It” merupakan theme song dari sandiwara sebuah radio yang berjudul “Kompilasi Kisah Kamu”. Berkat usulan dari salah satu rekan kerja mereka, single tersebut akhirnya bisa rilis di iTunes. Hampir semua lagu mereka pun dirilis melalui iTunes, major online digital store dan social media. Dari situlah musik mereka banyak dikenal hingga mendapatkan perhatian lebih dari penikmat musik di United Kingdom.